Love The Way I Work

Iklan Kartu Prabayar

in Journal by

Jangan bingung dengan judulnya 😀 Maksudnya gini, tiap hari khan penulis mendengarkan radio sambil bekerja. Lho kagak kebalik? Harusnya khan bekerja sambil mendengarkan radio Hahahaha… 😉

Ada satu iklan kartu prabayar di Indonesia, kayanya gak perlu lah saya sebutkan nama produknya soalnya kalo pembaca sudah denger iklannya pasti mudeng kok, yang saya rasa kok kontradiksi. Satu pernyataan dalam iklan tersebut bertolak belakang dengan pernyataan lainnya. Waduh bingung khan. Gini ceritanya…

Ada seseorang yang sedang menelpon temennya dan kedengarannya sangat buru-buru untuk mengundang temen tersebut untuk ke rumah teman yang lain untuk suatu acara.

Penelpon (P): “Datang ke rumah ***** yach ada acara seru nich… ”

Ditelpon (D): “Kok buru-buru amat sih nelponnya?”

P: “Iya soalnya pulsa mahal

D: “Lho khan mau telpon 20 atau 30 detik khan bayarnya sama 1 menit?”

P: “Lho kamu kuno, sekarang khan aku pakai kartu yang itungnya per detik…”

Narator (N): “Buat apa bayar telpon mahal, kalo ada yang murah karena itungnya per detik… ”

Mungkin percakapan di atas gak sama persis dengan aslinya. Tapi paling tidak memberikan gambaran iklan tersebut.

Nah dari dua kata yang saya buat tebal ada dua kata yang bertolak belakang atau kontradiksi dalam iklan tersebut. Ya bukan apa-apa sich, tapi jadi aneh aja. Dia punya kartu prabayar yang itungnya per detik karena dianggap murah tapi kalo nelpon malah jadi buru-buru karena pulsanya mahal. Nah gimana tuh? Ada komentar?!?!

Catatan: Tulisan ini bukan bermaksud untuk mendiskreditkan suatu produk tertentu. Penulis hanya melihat fenomena yang penulis rasa aneh dan menarik untuk ditulis. Terima kasih…

2 Comments

  1. Wah itu yang salah adalah yang nelpon, mestinya ngga usah buru-buru meski pulsa mahal; ya ngga… jadi ngga perlu dipertanyakan kenapa buru-buru nelpon.
    Peace.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Latest from Journal

Placeholder

Nokia Siemens Networks

Nokia, the Finnish telecom equipment giant, and Germany’s Siemens announced that they
Go to Top