Love The Way I Work

Klaten Diguncang Gempa

in Indonesia by

Ini adalah pengalaman yang penulis alami saat terjadi gempa tektonik yang menimpa wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Gempa terjadi pada hari Sabtu 27 Mei 2006 pukul 05.55 WIB dengan kekuatan 5,9 Skala Richter. Saat kejadian terjadi penulis sedang berada di Klaten yang merupakan wilayah yang juga terkena dampak gempa tersebut.

Kronologis Kejadian

04.00: Penulis tiba di kota Klaten dengan menggunakan kereta malam yang berangkat pukul 20.00 WIB dari Bandung. Tujuan awal pulang adalah menghadiri pernikahan rekan di Klaten dan ada beberapa hal yang harus dibereskan di Klaten 😀 Acara pernikahan jam 08.00 jadi masih ada cukup waktu untuk istirahat sebentar. Tiduran di ruang tengah tapi oleh bapak diminta pindah rada ke pinggir biar nyaman katanya.

05.55: Terbangun dan bingung kok semuanya bergoyang. Getaran kencang sekali dan seperti ada pesawat yang besar sekali. Genting di atap rumah mulai bergeser dan ada yang jatuh. Masih dalam keadaan setengah sadar dan ngantuk cepat-cepat membuka pintu depan tapi susah dibuka karena dikunci. Langsung keluar lewat pintu dapur. Saat di luar baru nyadar kalo bapak masih di dalam. Segera balik lagi barengan bapak keluar rumah. Orang-orang udah keluar rumah sambil teriak: “Lindu.. lindu…” Tunggu sampai suasana mereda. Masuk ke rumah dan periksa kerusakan yang diakibatkan oleh gempa tadi. Setelah diperiksa tidak ada kerusakan berat yang dialami. Tembok masih utuh hanya genting atap rumah yang melorot sehingga atap rumah jadi sebagian terbuka. Kondisi keluarga sehat semua. Puji Tuhan. Ada tembok di sebelah rumah yang roboh dan untungnya tidk ada orang yang tertimpa runtuhan tersebut. Listrik padam sehingga sulit mendapatkan informasi dari media elektronik kecuali radio saku yang menggunakan baterei.

08.00: Setelah semua kembali tenang, penulis pergi ke pernikahan rekan. Sampai di gereja, suasana masih sepi. Kayanya acaranya tertunda. Komunikasi seluler ke wilayah Yogyakarta mengalami kesulitan. Sehingga sulit melakukan kontak dengan orang yang berada di wilayah Yogyakarta.

Panik Isu Tsunami08.30: Suasana berubah menjadi sangat ramai. Banyak orang-orang yang keluar di jalan dan menuju ke utara sambil teriak: “Ada banjir…” Loch, banjir apaan nich?!?! Ternyata sudah mulai isu adanya tsunami. Walaah tsunami dari mana? Klaten-Yogya kira-kira 30 km, sedangkan Klaten dengan garis pantai selatan kira-kira 60an km. Nyampai Klaten gitu?!? Takutnya keluarga di rumah pada panik dan nyariin, penulis putuskan pulang aja dan berkumpul bersama keluarga. Sampai di rumah dengerin berita di radio dan ternyata isu tsunami tidak benar. Tapi orang-orang udah pada panik. Paling tidak sudah berhasil menenangkan tetangga sebelah dan cukup membuat mereka tenang 😀

09.30: Kembali ke gereja untuk acara pernikahan. Acara berjalan dengan lancar dan bahagia. Selamat yee… 😀

10.15: Udah tidur lagi soalnya masih capek. Terjadi gempa susulan yang pertama. Kekuatannya tidak sebesar guncangan yang pertama. Tapi cukup membangunkan penulis dan segera lari keluar rumah.

11.24: Udah mau tidur siang. Tapi terjadi lagi gempa susulan yang ketiga. Tapi lebih kecil lagi dari gempa susulan yang kedua. Listrik sudah menyala sehingga bisa melihat berita di televisi.

12.00: Sudah “kagok” gak tidur sekalian. Penulis putuskan pergi ke Yogyakarta ke rumah sepupu yang berada di Berbah Sleman letaknya di belakang Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Sepanjang perjalanan penulis melihat dampak gempa yang terjadi pagi ini. Rumah Sakit Tegalyoso penuh dengan pasien korban gempa. Bahkan karena melebihi kapasitasnya, pasien terpaksa dirawat di luar rumah sakit. Jalan-jalan masih ramai ke arah luar Yogya terutama mobil ambulance dan kendaraan yang membawa korban gempa. Semakin mendekati wilayah Yogya, semakin berat kerusakan yang dapat terlihat. Gapura candi Prambanan yang merupakan tanda perbatasan antara Klaten-Yogya berantakan. Walaupun tidak rata dengan tanah. Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta juga mengalami kelebihan kapasitas. Tempat tersebut sangat ramai dan banyak ambulance yang keluar-masuk area rumah sakit.

12.30: Sampai di rumah sepupu tapi kok sepi sekali ya… Ternyata mereka semua berkumpul di rumah orang tua yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah sepupu. Beruntung rumah tidak mengalami banyak kerusakan. Genting rumah melorot, bagian teras rumah ada yang retak tapi tidak terlalu besar, dan bagian dapur ada yang ambrol. Untungnya tidak ada anggota keluarga yang tertimpa reruntuhan. Banyak pagar rumah di wilayah tersebut yang ambrol.

15.00: Pergi ke kota Yogya untuk menemui seorang teman. Dia berada di wilayah Jalan Kaliurang km 5. Di wilayah tersebut tidak terlalu parah mengalami kerusakan. Jalan-jalan di Yogya sudah tidak kacau dan masih didominasi oleh kendaraan pembawa korban gempa.

16.00: Penulis memutuskan kembali ke Klaten. Mulai jam inilah antrian di SPBU terjadi. Banyak warga yang antri untuk mendapatkan bahan bakar untuk kendaraan mereka. Mereka mungkin kehabisan bensin akibat tadi sempet panik karena isu tsunami sehingga bahan bakar mereka habis atau untuk persiapan jika kemungkinan lain yang bisa saja terjadi sehingga mereka siap untuk mengungsi.

Tenda Darurat 16.30: Sampai di rumah dan terus melihat perkembangan yang terjadi. Rumah belum diberesin karena khawatir masih ada gempa susulan lagi. Jadi menunggu sampai situasi benar-benar aman. Mulai banyak sms yang datang dari rekan-rekan yang menanyakan keadaan keluarga di Klaten. Waa… terima kasih untuk perhatian rekan-rekan semua. Jadi terharu hiks… Dari berita yang diperoleh, daerah Klaten yang paling parah akibat gempa adalah daerah Prambanan, Wedi, Bayat, Gantiwarno, di mana wilayah tersebut dekat dengan wilayah Yogyakarta. Di wilayah tersebut banyak rumah-rumah yang rata dengan tanah sehingga warga terpaksa tinggal di luar rumah dengan alat seadanya. Listrik padam, sehingga warga membuat penerangan ala kadarnya dan membakar ban bekas untuk penerangan di jalan-jalan. Kondisi sangat memprihatinkan apalagi sore dan malam harinya hujan turun dengan deras.

Bantuan yang sangat mereka perlukan antara lain selimut, tenda darurat, makanan cepat saji, obat-obatan, dan alat-alat yang bisa digunakan untuk membersihkan reruntuhan bangunan. Bantuan dan kepedulian sekecil papun dari kita sangat berarti buat mereka.

Link Terkait

Catatan: Foto di atas didapat dari file yang ada di komputer di sebuah warnet di Klaten. Foto ditampilkan tanpa seijin pemiliknya.

6 Comments

  1. aku juga anak klaten yg mengalami gempa itu malahan ampir saja kejatuhan tiang listrik, tapi pri Puji Tuhan semua selamat yg ada di daerah klaten kota, karna indonesia banyak orang sok suci jadi di sucikan oleh Tuhan

  2. kalo udah pernah sampe gantiwarno…lha rumahku yg di depan kecamatan mas…
    sepertinya Tuhan yang menentukan siapa yang harus hidup, termasuk saya, ibu, bapak..
    Puji Tuhan..habis itu kami bisa pelayanan.
    titip ucap terima kasih buat semua pihak yang sudah membantu kami di Posko GKJ Gantiwarno..
    Tuhan Yesus memberkati

  3. hingga sekarang ( mengenang gempa 5,9 Sr )
    3 thn sudah…tp bila teringat…seakan baru terjadi kemarin.sampai skrg pun bila warga ad yg membicarakan soal gempa ada perasaan kembali tenggelam ke masa lalu.
    Tuhan maafkan dosa2 kami….
    mari selamatkan bumi,dg ramah lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Latest from Indonesia

Go to Top