Love The Way I Work

Local Vs Host Server

in Article by

Aku bingung sich mau pakai istilah apa? Server lokal maksudku adalah server yang ada di lingkungan dekatku; ya paling tidak terhubung dalam jaringan LAN yang kecil. Sedangkan Host server aku maksudkan server di luar LAN yang deket dariku. Waduh jadi bingung gini. Ada istilah yang lebih tepat gak ya? 😀

Buat apa sih ngurusin server ini? Sejak aku tertarik untuk menulis blog. Aku mulai kepikiran atau paling tidak mempertimbangkan mau di mana aku taro blog-ku ini. Mau di server lokal apa sewa di tempat lain?

Server Lokal?

Emank server lokal bisa diakses olaeh orang laen? Waa sebenernya server lokal yang aku bahas di sini adalah server yang tetep dapat di akses oleh orang luar. Tapi aku punya privillege penuh untuk mengaturnya sehingga seolah-olah kaya komputer sendiri aja. Masih belajar jadi admin sich walaupun blom ngerti banyak… :”>
Untuk sementara waktu ini aku taro blog-ku di salah satu lab di lingkungan kampusku. Ya paling tidak aku bisa “ngoprek” dulu. Khan aku masih newbie soal wordpress, ya paling tidak baru 5 harian ngoprek wordpress. Banyak hal-hal yang baru yang dulunya gak ngerti sekarang dikit2 tahu. Masih perlu banyak belajar nich. Ngopreknya cepet karena dari kompieku ke server tersebut terhubung dalam satu jaringan LAN lokal kampus 😀

Sebelummnya sich nyantai2 aja pake server lokal. Tapi setelah beberapa waktu ngoprek akhirnya nemu hal-hal yang “menarik” juga. Istilahnya ada batasan2 yang bisa menghambat di kemudian hari.

Untung atau rugi?

Sebenernya antara lokal atau host punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tinggal bagaimana kita aja sich. Mana yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Point Lokal Host
Setup Mudah karena punya kita sendiri (seolah-olah sich) karena kita punya akses sebagai root. Lebih sulit karena kita tidak punya akses root dan adanya pembatasan hak-hak sebagai pengguna (walaupun udah bayar juga)
Maintenance Mudah karena kalo terjadi apa2 dengan server, kita pasti tahu (harusnya loh) soalnya deket dan dapat segera mengatasinya. Sulit karena keterbatasan jarak atau lokasi sehingga perlu waktu untuk mengatasi masalah yang terjadi.
Bandwidth Gede banget dan bisa dibilang unlimited. Terbatas besarnya tergantung kita bayarnya berapa Heheheh…
Akses dari luar (public) Nah ini yang rada susah kalo akses ke server lokal. Masalahnya adalah bandwidth server lokal untuk keperluan data dari dalam ke luar terbatas. Kalaupun angkanya termasuk besar (+/- 2Mbps) tapi khan yang makai banyakan alias rame2. Jadi kebagiannya kecil juga. Relatif lebih besar. Kalaupun angkanya kecil biasanya kliennya gak banyak banget. Tapi relatif juga sich. Tapi keuntungannya adalah relatif lebih mudah diakses oleh public.
Waktu akses Untuk membuka blog-ku waktu yang dibutuhkan lebih lama. Karena gini: ada beberapa aplikasi di blog yang perlu terhubung dengan server lain. Jadi kaya bolak-balik gitu. Dari luar ditarik ke dalam habis itu diambil lagi ke luar (dengan adanya batasan lalu-lintas dari luar ke dalam dan sebaliknya tentu memperlambat waktu akses). Buka halaman lebih cepat. Ya paling tidak lalu lintas data terjadi di luar sana.
Kapasitas Gede banget kalo kurang “tinggal” beli hardisk aja. Saat ini kapasitas server lokal +/- 80 GB Terbatas, tergantung kita bayar berapa. Walah UUD juga nich (Ujung2nya Duit) Heheheh….

Dari pengalaman ada satu aplikasi yang bisa jalan di server host tapi gak jalan di server lokal. Contohnya adalah RSS yang mau aku tampilin di blog:

  1. Aku test di server lokal

    RSS Fail
  2. Aku test di server luar

    RSS Success

Dari gambar di atas terllihat bahwa RSS di server lokal error, kemungkinan sich karena server lokal gagal melakukan koneksi ke server yang menyediakan RSS. Hasil analisis sendiri sich…

Trus gimana?

Setelah mikir2 akhirnya aku putusin mau sewa hosting di luar aja. Emank udah dari dulu sich rencananya. Hal yang menjadi alasannya antara lain:

  • kayanya gak etis banget pake hak root untuk keperluan pribadi 😀
  • pengin nyobain sewa dan dapetin pengalaman
  • alasan keterbatasan server lokal dan kayanya aku lebih cenderung untuk pake yang di server luar
  • server lokal tetep dipakai buat ngoprek aja Hehehe…

Semua alasan dan analisis ini bersifat pribadi dan mungkin belum tentu bener. Kalo ada saran atau pendapat lain, jangan segan2 untuk beri komentar. Otreh…


me, sUpricak3p

7 Comments

  1. Mungkin lawannya “local” komputer adalah “remote” komputer. Local server ditujukan untuk komputer yang sedang kita pakai (keyboardnya, heuheue). Sedangkan kalo remote, yang kita akses … (bingung juga mau nyatakannya) dari “jarak jauh”. Mungkin, penggunaan “local bagi komputer di sekitar”, lebih tepat sebagai “local LAN”. Komputer di local LAN, diakses secara remote

    Kalo host, lawannya guest. Biasanya dipakai pada sistem yang menggunakan virtual machine, seperti pada VMWare, atau Xen

    Nah, mungkin tabel diatas, rancu juga. Apakah tidak sebaiknya, komputer pribadi vs Hosting Web. Toh, kalau ingin memasang server, bisa memakai cara colocation, naruh komputer di tempat lain (misal di ISP). Ada juga istilah “Host Dedicated” atau biasa disebut Dedicated saja, atau Dedicated Server, dimana satu komputer untuk menarus aplikasi web kita, tanpa sharing dengan orang lain (mungkin bandwidthnya saja yang sharing)

  2. Hai Andi, terima kasih sudah mampir.

    Server lokal bisa dibangun dari komputer di jaringan sendiri (intranet) yang memang dikhususkan sebagai server atau dapat juga dibangun dari komputer desktop yang kemudian di-install aplikasi untuk server.

    Server lokal tersebut hanya dapat diakses oleh komputer dalam jaringan sendiri (intranet).

    Hal yang diperlukan antara lain komputer dengan OS bisa linux (direkomendasikan), Windows, atau Mac (saya belom pernah cobain), software untuk server misal LAMP, XAMPP, dll.

    Semoga bermanfaat. Tetap semangat!

  3. asik juga belajar tentang server lokal ama host nih..
    mau nanya nih sama om-om ato tante-tante semua ..

    sy coba bikin server lokal pake wamp 5. dalam suatu jaringan lan. saya juga punya koneksi ke internet lewat speedy.

    nah gimana caranya supaya server lokal kita bisa diakses dari luar LAN.

    kalo kita beli domain misalnya abc.com trus servernya pake lokal bukan sewa hosting. apakah server kita bisa di akses dari luar?

    ada yang tau gak ya gimana cara settingnya agar server kita bisa diakses dari luar dengan nama domain yg udah dibeli (mis. abc.com) dengan koneksi speedy?

    terima kasih

  4. aku pernah nyoba, tp tanpa domain krn blum tahu cara settingnya, jadi yg digunakan hanya alamat IP, dg spesifikasi spt ini:

    – OS Windows XP
    – Aku install apache, mysql server, php.
    – trus aku buat website pakai Macromedia Dreamweaver
    – modem eksternal dg fasilitas IP forwarding atau yg lainnya aku lupa.
    – Koneksi internet pakai speedy dg IP statis merupakan syarat utama, supaya bisa diakses dr luar.
    – aku coba akses webnya dr warnet ternyata bisa.

    mungkin ini hanya gambaran saja.

  5. tanks om herwin atas infonya..

    saya udah coba nih pake ip dynamicnya speedy ternyata bisa

    saya pake free forwad ip dynamic dari dynsys.com
    trus dimodemnya karena pake router saya forward port 80 nya

    ma kasih semu om dan tante

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Latest from Article

Go to Top